AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

By. Maulianti, SE

CGP - Angkatan 4 Kabupaten Aceh Utara

A.     Latar Belakang

        Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah "Menuntun" dan "Menghamba Pada Anak". Guru tidak hanya mendidik tetapi juga menuntun si anak untuk kembali ke kodratnya. Kita sebagai guru di dalam menuntun siswa itu harus penuh dengan cinta dan kasih sayang, kita dekati siswa untuk kita tahu apa maunya siswa bukan memaksakan inginnya kita sebagai guru. Kita tidak boleh arogan dan marah-marah ketika menghadapi siswa.

        Budaya Positif adalah pembiasaan-pembiasaan baik kearah positif yang diterapkan di kelas dan lingkungan sekolah. untuk mewujudkan budaya positif di sekolah maka kita dan sekolah harus menyiapkan lingkungan yang nyaman, bersih dan estetik serta memberi keleluasaan bagi murid untuk "MERDEKA" dan mandiri dalam melakukan kegiatan.

        Salah satu penerapan budaya positif adalah dengan membuat kesepakatan atau keyakinan kelas. Keyakinan kelas dibuat secara bersama-sama dengangharapan siswa menjadi bertanggung jawab.

B.     Tujuan

        Tujuan penerapan budaya positif dengan pembentukan kesepakatan atau keyakinan kelas maka diharapkan siswa mampu bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kesepakatan yang telah dibuat dengan tanpa ada paksaaan dan hukuman.

C.     Tolak Ukur

        Siswa mampu bertanggung jawab dalam segala hal sesuai kesepakatan kelas dan terwujudnya budaya positif di sekolah dengan baik.

       Linimasa Tindakan yang akan dilakukan

         1)  Pemberitahuan Kepada Kepala Sekolah

              Meminta izin kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Meurah Mulia yaitu bapak Drs. Sayuthi, M.Pd               sangat mendukung dan memberi izin kepada kami para Calon Guru Penggerak.

        2)  Melakukan Sosialisasi dengan siswa

             Sosialisasi berupa paparan kepada siswa di lakukan di dalam kelas dan lapangan upacara bendera                 tentang budaya positif di sekolah dengan penempelan poster dan spanduk-spanduk.

        3)  Membuat Keyakinan Kelas

              Keyakinan kelas dibuat secara bersama-sama dengan siswa tanpa ada paksaan dan hukuman tentang               penerapan budaya positif sesuai dengan keyakinan kelas yang sudah disepakati. 

        4)  Seminar Pengimbasan Budaya Positif

             Sosialisasi dengan guru/teman sejawat untuk pengimbasan budaya positif di sekolah dapat diterapkan             dengan baik. Dengan adanya seminar pengimbasan budaya positif diharapkan mampu mewujudkan                 profil pelajar pancasila yang pembelajarannya selalu berpihak pada murid serta terciptanya budaya                 positif di sekolah.













 


Komentar

Postingan populer dari blog ini